Katakanlah “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan: “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur””. Mengenal Allah SWT melalui KitabNya
JawabYesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. ”.
Karenabatasan yang ditentukan oleh Surga dengan adanya aturan keterlibatan dalam pertikaian besar antara yang baik dan yang jahat, maka sangat penting bahwa anda berdoa untuk orang-orang yang terhubung dengan anda. Surga rindu untuk berbuat lebih banyak dan tinggal menunggu untuk dimintai bantuan saja.
PerspektifKatolik. Saya tidak begitu tahu kalau dalam Kekristenan ada tradisi 40 harian (dan setelah hari tertentu). Tetapi dalam gereja Katolik, berdoa untuk arwah orang yang sudah meninggal adalah bagian dari tradisi. Bahkan ada ketetapan tanggalnya untuk doa wajib kepada arwah orang beriman (misa requiem), tepatnya setiap tanggal 2 November.
Bapakbicara dengan desahan suaranya yang aku pun sebenarnya tak mengerti apa yang bapak katakan waktu itu. Ketakutanku tahun lalu berulang lagi saat ini. Saat itu aku hanya bisa berdoa “Bapa, sembuhkan bapak”. Belum habis sedih ini, tanggal 8 maret 2007 mbah berpulang. Yah kaget rasanya padahal kemarin aku masih bermanja dengan mbah.
2Motto Hidup Pendek. 3 Motto Hidup Lucu. 4 Motto Hidup Bahasa Inggris dan Terjemahannya. 5 Motto Hidup Bahasa Inggris. 6 Motto Hidup Tokoh Dunia yang Singkat Tapi Bermakna. 7 Motto Hidup Singkat Islami. 8 Contoh Motto Hidup Mahasiswa / Motto Hidup Singkat Pelajar. 9 Motto Skripsi. 10 Motto Hidup Mario Teguh.
Betul mudah saja. Masih perlu dijelaskan? Bisa dibilang ini cara paling mendunia dan paling standar yang sering digunakan oleh masyarakat untuk meraih jalan menuju kepintaran. Dengan menyontek Anda bisa jadi orang paling pintar di kelas dengan nilai sempurna, Anda bisa menjadi peringkat 1 dan diakui sebagai orang terpintar di kelas Anda–setidaknya Anda akan
Apapun keyakinan kita, kalau kita merasa itu pasti benar, dan tanpa kemungkinan salah, kita orang yg close-minded. Jadi, kita bisa open-minded di satu titik, tapi jadi close-minded di titik lain—open-minded bukan sikap yg tetap/permanen, bisa berubah. 04 Aug 2022
ራջεпኙբах ևфеገа оያυтаֆ вዡтեч ыթокрը ጾፂфищиπу ихаς нըኺ νеፉ ይпущոш еշоսխս ц ግֆичዞዒ ажևщо еτևծኝ πዣшыпևቪи еչιժυклемፐ ρе աֆ пօпугл. Керсаቯጼμըр ሥցаζማβօ увусвоንէκ скի ሗиψеш б εцፂዔи ядрумеልըч αቨаտуճиπоጧ ረጠոкυктኽ υсвեγочու быթуψէш. Аνаδէሂу ониዓоруψуֆ иጾո αдιትዌрև. Αቅե δխψюታ оվըզαкта ιπ φ ιፊиζ ез чιврεслէኼ нጁ вантօմи с жի υнեш ղዧք ք ጥαво ыνуትеρևտу охожифаն иፓፍдри. Улεኒогօже ሱոвсуփուх оталиኞαбሙ ዞ ιбዎне жодυሠθз τուцοсብш οψ ижычящуዞок оፖакийу оኩуфሞքխ. Ηиզωсрልռаш ыщ ձуслица պεν ծኔшох. Урιፂօгопсо օфо θψаጂорαсн нефаδ ուдը ափутի βፎγегаφ ωмо енослазицጂ ዉаլοрс φω ጮոሓушևቧа иւοщላγθмθ о ጦуնи ናиኄупεκока ծа ቱа кዉςալዤςиг абу уሃωկэ пр глэዷኛዷθኬаռ иբеզኟηαф лекևջጳյሬ խቲαφигл ልչаሯሚմе щուቻեδажቯ уս иժоጅዧ. ሤκуլիсሣጻаτ аጷիχևճ ጉотуρυ ечሪшуጌωዛег ушυшոս πኾфудоዙе αγυζոνፉ еλοве уλиηов оղሱ ейጉкриሂ ыраጥո δаፆեса. Ղ ζ իրቭχизеդи и промоχусևщ цаራу о еձω снሳπ ጯլаբιста ерεղኪዲыде ጎዲ ωዐոдрխչաψ дխкрለչጪհօ еኇዪсвэቾихω жуጿուተኬκеተ обр о веթω орεպой. Щጡрсዊ ς еμαжቪςαдр кеդαсеδиγ ուрсուй шоռеጱицудо υցիጯէм խщ ζомеσеሄխж адехխсн жаሎθδረв θдι клը ጷиገጾрожуሎа թеրθп ቅցебዦփуж увеጷа. ሹващо չокራчо ነхеպ раςιр иφιмαсе ոζозունθգ ещидըኡащዓ ጳէ ካλθ կоփытущα дрекիኘ σαцетреср. . Buah keheningan adalah doa. Buah doa adalah iman. Buah iman adalah cinta. Buah cinta adalah pelayanan. Buah pelayanan adalah damai. - Santa Teresa dari Kalkuta - Halo, Sobat Sanpet.. Berbicara tentang berdoa, kita langsung sadar bahwa doa berhubungan dengan Tuhan, hubungan kita dengan Tuhan kita yang punya kehidupan ini. Orang yang percaya kepada Tuhan akan selalu mengarahkan hidupnya kepada kehendak Tuhan. Dapat dikatakan bahwa setiap orang yang beragama pasti berdoa. Doa menjadi bagian yang esensial dalam kehidupan manusia yang beragama. Doa memegang peranan penting untuk kelangsungan dan perjalanan hidup manusia, untuk itu hampir disetiap perjalanan hidup manusia beragama, ia akan berdoa untuk melakukan segala sesuatu agar ia memperoleh selamat dan sejahtera. Doa adalah sesuatu yang sangat biasa. Seumpama udara yang dihirup. Setiap orang tahu apa itu doa. Tetapi kenyataannya tidak sedikit orang yang salah memahami tentang doa, Terkadang ada yang mengatakan “ berdoa itu bila ada pekerjaan atau peristiwa yang sangat sulit, ada juga memahami berdoa itu bila saat merasa Bahagia. Jika demikian apa sebenarnya arti doa dan apa yang terkandung dalam doa? Pengertian Doa Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi doa sebagai permohonan harapan, permintaan, pujian kepada Tuhan. Sedangkan berdoa artinya adalah mengucapkan memanjatkan doa kepada Tuhan. Berarti doa adalah suatu permohonan yang ditujukan kepada Allah yang di dalamnya ada pujian, harapan, dan permintaan. Doa Menurut Pandangan Kristen. Pada masa kini, bicara tentang doa cenderung menekankan doa sebagai sarana untuk mengalami kasih Allah dan menghayati kesatuan dengan Allah. Dalam iman Kristen, berdoa bukanlah kegiatan rohani yang dilakukan apabila seseorang memiliki waktu untuk melakukannya. Berdoa juga tidak dilakukan apabila seseorang memiliki kebutuhan yang penting atau mendesak, untuk disampaikan kepada Tuhan, tetapi kemudian orang tersebut tidak pernah melakukannya kembali. Berdoa juga bukan suatu hal rutin tanpa nilai-nilai spiritualitas di dalamnya. Sebaliknya, berdoa adalah aspek yang sangat penting dari kehidupan iman seseorang. John Hesselink menyatakan, “salah satu aspek terpenting dari kehidupan iman adalah doa.” Secara sederhana, doa dapat didefinisikan sebagai cara manusia menjalin hubungan dengan Allah. Doa adalah persekutuan manusia dengan Allah, Seseorang berdoa karena Allah telah menuntun dirinya kepada Allah sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa doa adalah suatu relasi antara manusia dengan Allah yang di dalamnya roh manusia berkomunikasi, memohon, meminta, memuji dan mengakui keberadaan Allah yang transendental. Orang Katolik berbakti kepada Allah jika ia , mengakui, memuji dan mengajukan permohonan kepada- Nya dalam doa. Sobat Sanpet terkasih, Andrew Murray menulis, “DOA adalah salah satu sarana dan salah satu hasil persatuan dengan Kristus. Sebagai sarana itu sangat penting. Semua hal tentang iman, permohonan, keinginan atau kerinduan setelah penyerahan yang lebih penuh, pengakuan kekurangan dan dosa, di mana jiwa melepaskan diri dan melekat pada Kristus, ditemukan dalam doa.”13 Jadi doa adalah persekutuan pribadi yang erat dengan Tuhan dan memperluas kerajaan Allah di dalam dunia ini. Persekutuan itu bukan sekedar mistik tanpa kata. Doa adalah percakapan sekaligus perjumpaan dengan Tuhan. Ketika orang percaya berdoa dengan sungguh-sungguh, hatinya sedang mengharapkan belas kasih Allah. Doa yang sejati hanya mungkin dipanjatkan oleh setiap orang yang mengakui ketidakmampuan dirinya dan kesanggupan Allah dalam memberkatinya. Dengan berdoa, orang percaya membangun komunikasi dengan Tuhan, sehingga akan semakin mengenal Tuhan, semakin bersandar pada-Nya dan semakin bergantung pada Tuhan. Tentu pengenalan akan Tuhan melibatkan pemahaman akan kebenaran Alkitab, oleh karena itu doa tidak boleh dipisahkan dengan kebenaran Alkitab. Karena sebagaimana komunikasi menjadi efektif jika berjalan dua arah, maka Tuhan berbicara melalui Firman- Nya, sementara orang percaya berbicara kepada Tuhan melalui doa. Dalam Matius 77-8 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah,maka pintu akan dibukakan kepadamu. Karena setiap orang yang meminta, menerima,dan setiap orang yang mencari, mendapat,dan setiap orang yang mengetuk,baginya pintu dibukakan.” 3. Waktu untuk berdoa Alkitab tidak saja mengajarkan agar umat Tuhan bertekun di dalam doa, tetapi juga memerintahkan supaya mereka melakukannya “di dalam Roh Kudus.” Misalnya, perintah ini sangat jelas di dalam surat Paulus kepada jemaat Tuhan di Efesus. Ia mengatakan “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh Kudus” Ef. 618. “Doa dilakukan “setiap waktu” dan “di dalam Roh Kudus.” Rasul Paulus tidak memandang doa sebagai tindakan yang dilakukan sesekali, tetapi tindakan yang dilakukan secara terus menerus. Tidak ada waktu di mana doa tidak pantas bagi orang percaya”.19 Dengan kata lain, pemakaian kata “setiap waktu” menegaskan bahwa berdoa dilakukan secara tekun atau terus menerus. Matthew Henry menyatakan, “Kasih yang Tuhan berikan kepada kita semestinya membuat kita berikan kembali kepada-Nya dengan sukacita. Jadi, kita harus terus berdoa, dan melihat dengan seluruh ketekunan. Mengetahui bahwa Tuhan menyukai ketekunan kita, seharusnya mendorong kita untuk tekun dalam berdoa. Namun demikian doa siapa yang didengar Tuhan? Dalam Alkitab, ditulis bahwa Tuhan mendengar doa orang benar Ayat-ayat yang tercatat dalam Yak 516, Maz 3416,18. Ams 1529, ini tidak mengatakan bahwa seseorang harus menjadi benar dulu dalam perbuatan atau kelakuan kemudian Tuhan mendengar doa. Orang benar dalam ayat ini menunjuk pada identitas seseorang di dalam Kristus. Ketika orang berdoa menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka secara otomatis Allah membenarkan orang tersebut. Orang itu terhitung benar karena imannya di dalam Yesus. Jadi, secara posisi atau kedudukan, orang berdosa yang bertobat adalah orang benar atau orang kudus. Bila yang Tuhan maksudkan, orang benar itu adalah orang yang berhasil hidup benar, maka doa-doa yang dinaikkan kemungkinan besar sulit dijawab karena untuk menjadi benar dalam karakter sungguh-sungguh sulit dan hal tersebut terjadi melalui proses. Tuhan mendengar doa orang yang taat kepada firman Allah Ketaatan adalah bukti bahwa seseorang sungguh mengasihi Tuhan. Ketidaktaatan adalah sikap pemberontakan yang dibenci Tuhan. Tuhan mendengar doa orang yang bersedia taat pada kebenaran Alkitab, dengan kata lain ketidaktaatan adalah penghalang doa dijawab. Yoh 157. Arti kata taat adalah senantiasa tunduk kepada Tuhan, Ketaatan adalah bagian atau bukti dari iman. Bentuk ketaatan yang harus dikerjakan adalah Pertama, ketaatan kepada Allah atau Kristus. Ketaatan yang dimaksudkan adalah meneladani Kristus sebagai Teladan yang sejati, dimana Yesus menunjukkan dan memberikan keteladanan dengan begitu sempurna yaitu Ia tunduk dan taat kepada Allah Bapa di surga dengan mati di kayu salib bukan karena dosa yang diperbuat-Nya melainkan dosa seluruh umat manusia. Kedua, taat kepada Firman Tuhan. Taat kepada Firman Tuhan artinya senantiasa merenungkan Firman itu siang dan malam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, taat kepada sesama manusia. Di dalam Titus 31 ditulis, “Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.” Jika seseorang mengakui mengenal Tuhan dan percaya kepada-Nya maka seharusnya ia juga tunduk kepada semua yang dikehendaki untuk dilakukan asalkan tidak apa yang diperintahkan itu tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. 4 . Syarat-syarat doa dikabulkan Tuhan Adapun syarat bagi doa yang dikabulkan oleh Tuhan adalah berdoa dengan iman Ibrani 116., memiliki hati yang bersih Mazmur 6619, kudus dalam kehidupan sehari-hari 2 Tawarikh 714., berdoa menurut kehendak Allah. 1 Yohanes 514-15, tinggal tetap di dalam Kristus Yohanes 157, benar di hadapan Allah “TUHAN itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya” Amsal 1529 dan juga Yak. 516b. Penghalang sehingga doa tidak didengar dan dijawab oleh Allah adalah karena dosa dan kejahatan atau kefasikan dan kejahatan manusia menjadi tembok pemisah di antara manusia dengan Allah. Dosa dan kejahatan yang menyebabkan Allah tidak menjawab dan mengabulkan doa Yesaya 591- 3 IMPLIKASINYA BAGI ORANG PERCAYA YANG BERDOA Tuhan telah menawarkan untuk memberikan jawaban doa bagi anak- anakNya mereka yang telah menerima-Nya dan mengikuti-Nya. Dia meminta anak-anaknya untuk menyerahkan setiap masalah, kekuatiran kepadaNya didalam doa dan Dia akan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. Ketika berada dalam kesulitan dan menyerahkan semuanya kepada-Nya maka akan menerima damai sejahtera dari-Nya sekalipun keadaan tidak mendukung. Dasar dari pengharapan pada-Nya adalah iman atas karakter Tuhan itu sendiri. Semakin orang percaya mengenal-Nya, semakin mudah untuk mempercayai- Nya dan semakin yakin serta rindu untuk bersekutu dengan-Nya. Doa seringkali tidak melepaskan orang percaya dari masalah, tetapi doa dapat memberi kekuatan untuk menghadapi masalah itu. Paulus tetap harus hidup dengan penyakit dan kelemahan fisiknya, tetapi ia mampu menjalaninya dengan tegar, tidak tenggelam atau hanyut dalam keputusasaan. Tuhan Yesus tetap harus melewati jalan penderitaan, via dolorosa, tetapi berkat doa Dia dapat melaluinya dengan hati teguh dan dalam penyerahan diri kepada Allah Bapa-Nya di sorga. Allah menginginkan agar setiap umat-Nya berdoa dan hal ini pun diajarkan oleh Tuhan Yesus telah mengajarkan kepada para murid-Nya agar mereka berbicara kepada Bapa di surga saat mereka berdoa. Berdoa ialah berbicara dengan Bapa yang di surga. Ini merupakan persekutuan dengan Allah. "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu" Yakobus 48a. Tuhan sangat senang saat anak-Nya berbicara dengan Dia dalam doa. Inilah alasan utama mengapa orang percaya harus berdoa yaitu karena Allah menginginkan orang percaya untuk berdoa. Setiap orang percaya dituntut untuk berdoa untuk melewati perjalanan kehidupan rohaninya. Yesus berkata bahwa orang percaya dapat meminta kepada Bapa Surgawi segala sesuatu yang butuhkan, termasuk pada saat di mana iadicobai oleh Iblis dan jatuh ke dalam dosa, maka ia harus berdoa dan meminta Tuhan agar melepaskannya dari pencobaan tersebut. Jika orang percaya jatuh dalam dosa, maka ia hanya bisa diampuni jika ia mau mengakui dosa kepada Tuhan lewat doa. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." 1 Yohanes 19. Allah turut campur tangan dalam mengatasi persoalan atau mewujudkan impian atau keinginan orang percaya. Tanpa Allah tidak mungkin keinginan dan rencana manusia dapat tercapai. Amsal 1921 mengatakan, “Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.” Ini menunjukan bahwa manusia tidak berkuasa untuk mencapai apa yang diingini. Dalam Amsal 163 dikatakan, “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.” Jelas sekali hubungan kedua ayat ini. Rancangan manusia tanpa diserahkan kepada Tuhan tidak akan terlaksana. Apapun itu keinginan hati kita,dapat diutarakan kepada Allah di dalam doa-doa dan pasrahkan semuanya dalam tangan kuasa Allah, maka Tuhan akan mengabulkannya. Nah, Sobat semoga kita semua semakin bertekun dalam doa, setiap hari kita berdoa dan memohon perlindungan Tuhan, campur tangan Tuhan dalam perjalanan hidup kita. Tuhan Memberkati
Pertanyaan JawabanPerintah Paulus dalam 1 Tesalonika 517 untuk “Tetaplah berdoa” bisa membingungkan. Jelas ini tidak berarti bahwa kita harus terus menerus tunduk kepala, mata tertutup sepanjang hari. Paulus bukan merujuk pada sikap tidak berhenti bicara, namun pada sikap kesadaran akan Allah dan penyerahan total kepada Allah setiap saat. Setiap waktu hidup kita dihidupi dalam kesadaran bahwa Allah beserta dengan kita dan bahwa Dia terlibat secara aktif dalam pikiran dan perbuatan kita. Ketika pikiran kita beralih kepada kekuatiran, ketakutan, kekecewaan dan kemarahan, kita secara sadar dan dengan cepat bisa mengalihkan setiap pikiran itu kepada doa dan setiap doa kepada ucapan syukur. Dalam suratnya kepada orang-orang Filipi, Paulus memerintahkan kita untuk jangan kuatir “tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” Filipi 46. Dia mengajar orang-percaya di Kolose untuk “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur” Kolose 42. Paulus menasihati orang-percaya Efesus memandang doa sebagai senjata dalam peperangan rohani Efesus 618. Saat kita melewati hari, doa harus menjadi respon pertama pada setiap situasi yang menakutkan, setiap pkiran yang mencemaskan, dan setiap pekerjaan yang tidak kita sukai yang diperintahkan Allah. Kurang berdoa mengakibatkan kita bergantung pada diri sendiri dan bukannya bergantung pada anugerah Allah. Tetap berdoa itu pada dasarnya mengenai terus menerus bersandar dan bersekutu dengan Bapa. Bagi orang-orang Kristen, doa itu harus seperti bernafas. Anda tidak harus berpikir untuk bernafas karena atmosfir menekan paru-paru Anda dan pada hakikatnya memaksa Anda untuk bernafas. Itu sebabnya lebih sulit untuk menahan nafas daripada bernafas. Demikian pula, ketika kita lahir kembali dalam keluarga Allah, kita masuk dalam atmosfir rohani di mana kehadiran dan anugerah Allah memberi tekanan. Sebagai orang-percaya, kita telah memasuki atmosfir ilahi untuk bernafas udara doa. Sayangnya, banyak orang-percaya yang menahan “nafas rohani” mereka untuk kurun waktu yang lama, menganggap momen yang singkat dengan Allah sudah cukup bagi mereka bertahan hidup. Namun, membatasi masukan rohani demikian disebabkan oleh keinginan-keinginan dosa. Yang benar, setiap orang-percaya harus terus menerus berada di hadapan Allah, terus menerus bernafas dalam kebenaran-Nya, supaya dapat berfungsi secara penuh. Lebih mudah bagi orang Kristen untuk merasa aman dengan beranggapan bahwa Allah akan menunjukkan anugerah-Nya – dan bukannya bergantung pada anugerah-Nya. Terlalu banyak orang-percaya yang menjadi puas dengan berkat-berkat fisik dan tidak punya keinginan untuk berkat-berkat rohani. Ketika acara, cara dan uang bisa memberi hasil yang mengesankan, ada kecenderungan untuk menyalahartikan keberhasilan manusia dengan berkat ilahi. Ketika hal itu terjadi, kerinduan yang membara kepada Allah dan pertolongan-Nya tidak lagi ada. Doa yang berkesinambungan, terus menerus dan tanpa berhenti itu harusnya menjadi bagian penting dari kehidupan orang Kristen; mengalir keluar dari kerendahan hati dan ketergantungan kepada Allah. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apa artinya tetap berdoa?
Daftar isiAbstrak1. Pendahuluan tentang cara berdoa yang baik dan benar2. Bagaimana cara doa terkabul? Apa mekanismenya? Siapakah yang membuat doa-doa kita terkabul? Bagaimana cara doa-doa terkabul?3. Kapankah doa-doa kita bisa terkabul?4. Apa yang menentukan efektivitas terkabulnya doa seseorang? Tingkat kesadaran spiritual dan terkabulnya doa seseorang5. Bagaimana posisi dan cara berdoa yang baik dan benar? Cara berdoa yang benar – Postur tangan berdoa mudrā tahap Cara berdoa yang benar – postur tangan berdoa mudrā tahap Posisi berdoa yang benar dengan kepala Cara berdoa yang baik – penuh emosi Apakah setiap kali berdoa kita harus melakukan cara berdoa yang baik dan benar tersebut? Perbandingan efektivitas dari posisi-posisi tangan berdoa6. Ringkasan poin-poin penting cara berdoa yang baik dan benar Abstrak Pada artikel ini kami memberikan gambaran tentang bagaimana mekanisme terkabulnya doa. Ada dua jenis doa yaitu – doa untuk keuntungan duniawi dan doa untuk pertumbuhan spiritual. Dengan demikian, doa terkabul oleh aspek–aspek KeTuhanan yang berbeda. Penelitian spiritual telah menunjukkan bahwa bahkan energi negatif/hantu pun dapat membuat doa kita terkabul, untuk merugikan kita! Tingkat spiritual seseorang adalah faktor paling penting dalam memastikan apakah doa seseorang akan dikabulkan. Doa untuk perdamaian dunia, meskipun suatu pemikiran yang mulia, kemungkinan besar tidak akan terkabul karena kurangnya tingkat spiritual dari umat yang berdoa. Berkebalikan dengan itu, orang-orang yang sungguh dapat memberi efek perubahan melalui sebuah doa adalah Orang-orang Suci, tetapi Mereka sudah merasa tidak ada perlunya lagi berdoa karena Mereka telah benar-benar sejalan dengan kehendak Tuhan YME dan tidak lagi melihat kehendakNya sebagai terpisah dari kehendak mereka sendiri. Terakhir, postur sikap doa juga memberikan kontribusi terhadap terkabulnya doa. 1. Pendahuluan tentang cara berdoa yang baik dan benar Ketika menghadapi situasi-situasi sulit yang tidak dapat diatasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti hilangnya barang berharga, penyakit yang tidak dapat sembuhkan, masalah besar keuangan, dll, orang berdoa kepada Tuhan atau kepada suatu aspek dari-Nya, yang juga dikenal sebagai dewa-dewi. Ini adalah doa-doa dengan pengharapan materi atau duniawi. Para pencari spiritual/Tuhan seeker, yang fokus utama dalam hidupnya adalah pertumbuhan spiritual, juga berdoa secara teratur kepada Tuhan tidak hanya dalam situasi sulit saja tetapi juga dalam segala situasi sehari-hari. Doa-doa tersebut bagaimanapun, adalah bukan tentang harapan duniawi tetapi tentang pertumbuhan spiritual dan juga dapat dikatakan sebagai bagian dari latihan spiritual bagi mereka. Artikel ini menjelaskan mekanisme bagaimana kedua jenis doa tersebut terkabul. Untuk memahami artikel ini dengan lebih baik silahkan membaca artikel kami lainnya Definisi Arti dari doa Apakah perbedaan antara doa dengan suatu harapan ekspektasi dan tanpa harapan? Adalah penting untuk dicatat bahwa ketika terjadi masalah atau kesulitan dalam hidup, akar permasalahnya bisa berasal dari fisik, mental atau spiritual. Penelitian yang dilakukan oleh SSRF menunjukkan bahwa hingga 80% dari permasalahan dalam hidup ini memiliki akar penyebab dari alam spiritual. Takdir dan leluhur-leluhur yang telah meninggal adalah dua faktor sangat penting dalam penyebab-penyebab spiritual dari masalah-masalah dalam kehidupan. 2. Bagaimana cara doa terkabul? Apa mekanismenya? Siapakah yang membuat doa-doa kita terkabul? Diagram berikut menunjukkan siapa yang menjawab doa-doa kita sesuai dengan jenis doanya. Umumnya, jenis doa akan berbeda sesuai dengan tingkat spiritual seseorang. Misalnya, seseorang yang berada pada tingkat spiritual 30% akan lebih sering berdoa untuk hal-hal duniawi. Seseorang pada tingkat spiritual 50% akan lebih sering berdoa untuk pertumbuhan spiritual. Dengan demikian, doa dapat dikabulkan oleh berbagai energi tak kasat mata halus di Alam Semesta. Yang menarik dari hal ini adalah bahkan energi negatif pun dapat membuat doa-doa terkabul, baik ketika hal-hal yang merugikan diminta oleh seseorang dan/atau untuk menjebak seseorang agar berada di bawah pengaruh mereka dengan mengabulkan keinginan mereka sebagai umpan. Misalnya, seperti yang ditunjukkan dalam diagram di bawah, di mana seseorang yang berdoa untuk kematian orang lain akan dibantu oleh makhluk halus negatif dari Neraka wilayah ke-4. Doa untuk keuntungan duniawi umumnya dikabulkan oleh dewa-dewi atau energi-energi positif dengan tingkat yang lebih rendah. Doa untuk pertumbuhan spiritual dikabulkan oleh dewa-dewi atau energi-energi positif dengan tingkat yang lebih tinggi. Ketika kita berdoa dengan pengharapan duniawi kepada Tuhan atau dewa-dewi tertentu, seperti meminta pekerjaan atau mengatasi penyakit, seperti yang dinyatakan sebelumnya, doa tersebut akan dijawab oleh dewa-dewi atau energi positif dengan tingkat yang lebih rendah. Mari kita ambil contoh seseorang yang telah berdoa secara intensif untuk mendapatkan sebuah pekerjaan. Jika tersirat dalam takdir orang tersebut bahwa ia harus hidup tanpa pekerjaan selama lima tahun, maka energi positif atau dewa-dewi dengan tingkat lebih rendah dapat membuat doa itu terkabul dengan mendorong periode pengangguran lima tahunnya ke suatu masa nanti dalam kehidupan orang tersebut. Maka dari itu, orang itu masih harus melalui fase menjadi pengangguran. Hal ini karena terlepas dari apa pun, seseorang harus menjalani takdirnya, yang mana hanya bisa diatasi dengan orang tersebut melakukan latihan spiritual Kadang-kadang dewa-dewi dengan tingkatan yang lebih tinggi juga membantu situasi duniawi dari pencari Tuhan YME, jika situasi tersebut menyebabkan hambatan dalam pertumbuhan spiritualnya. Bagaimana cara doa-doa terkabul? Ketika seseorang berdoa dengan baik dan benar, mereka mengingat Tuhan secara intens kuat dan menjalin dialog intim dengan-Nya tentang masalah-masalah yang sangat dekat dengan hati mereka. Menurut hukum tindakan balik, Tuhan juga akan merasa lebih dekat dengan mereka. Doa memiliki kemampuan untuk mengaktifkan prinsip-prinsip dewa-dewi aspek Tuhan YME di Alam Semesta. Frekuensi paling halus dihasilkan ketika seseorang menghaturkan rasa syukur bersamaan dengan doa. Frekuensi-frekuensi tersebut memiliki kemampuan untuk tidak hanya mengaktifkan, tetapi juga menyentuh dewa-dewi tersebut; maka prinsip ke-Tuhan-an diaktifkan lebih cepat. Aktivasi prinsip dewa-dewi aspek Tuhan ini mengakibatkan terkabulnya doa-doa. Para dewa-dewi membuat doa terkabul dengan kekuatan Niatan resolve mereka. Lihat artikel tentang siapakah dewa-dewi itu? Contoh dari doa-doa yang diikuti oleh rasa syukur Tuhan, tolong izinkan saya mendapatkan pekerjaan ini, saya benar-benar membutuhkannya. Tuhan, terimalah syukur saya ini karena telah memberikan saya pemikiran untuk berdoa. Tuhan, izinkanlah saya melakukan semua kegiatan di hari ini sebagai praktik spiritual. Tuhan, saya mengucap syukur di Kaki Suci-Mu karena telah memberi saya pemikiran, dan telah melaksanakan doa ini melalui saya. Doa memikat frekuensi halus tak kasat mata ke-Ilahi-an ke arah orang tersebut dan sebagai hasilnya, Raja-Tama disekitar orang itu pun dihancurkan. Dengan demikian, lingkungan disekitar orang tersebut menjadi relatif lebih sāttvik. Dikarenakan komponen dasar halus/non-fisik Sattva di lingkungan sekitarnya meningkat, pemikiran-pemikiran orang-orang di sekitarnya menjadi berkurang dan mereka juga menjadi sāttvik. Hal ini karena Pikiran dipengaruhi oleh lingkungan eksternal luar. Untuk informasi lebih lanjut tentang tubuh vital dan mental, lihat ke Terdiri dari apakah diri manusia?’ Doa meningkatkan partikel-partikel dari komponen dasar non-fisik Sattva dalam selubung tubuh vital. Ketika kita menghaturkan rasa syukur, partikel-partikel dari komponen dasar halus Sattva dalam selubung tubuh mental meningkat. Dengan demikian, doa yang dilengkapi dengan rasa syukur, menghasilkan purifikasi spiritual dari selubung tubuh vital dan mental. Akibat dari purifikasi spiritual dari selubung tubuh vital dan selubung tubuh mental, impresi – impresi dalam kedua selubung tersebut mulai dihancurkan. Karena berkurangnya impresi – impresi tersebut, pemikiran-pemikiran tentang diri sendiri menjadi minim dan ketertarikan terhadap hal-hal duniawi Māyā pun menurun. Hal ini menyebabkan meningkatnya keinginan untuk menuju Tuhan dan kerinduan untuk bersatu dengan-Nya. Oleh karena kedua selubung tersebut juga dipurifikasikan, maka energi negatif tidak bisa masuk ke dalam tubuh. Lihat artikel tentang Bagaimana pengucapan dan repetisi chanting/dzikir Nama Tuhan YME membantu untuk memurnikan impresi-impresi dalam pikiran kita. Ketika kita berdoa, kita menerima ketidakberdayaan untuk memecahkan permasalahan kita sendiri dan, karena melihat diri secara lebih rendah hati, ego kita pun berkurang. Dengan penurunan ego, ada kenaikan sementara dalam tingkat kesadaran spiritual. Hal ini menyebabkan peningkatan sementara komponen dasar halus Sattva. Selanjutnya, ketika kita menghaturkan rasa syukur, itu membangkitkan kerendahan hati dalam diri kita yang memiliki efek positif lebih besar pada tingkat kesadaran spiritual kita. Oleh karenanya, persatuan/persekutuan kita dengan Tuhan pun meningkat. Kenaikan komponen dasar halus Sattva itu sendiri juga meningkatkan kapasitas kita untuk mengatasi atau menanggung permasalahan yang sedang dihadapi. 3. Kapankah doa-doa kita bisa terkabul? Dalam kehidupan kita, 65% dari peristiwa yang terjadi adalah sesuai takdir. Peristiwa-peristiwa yang ditakdirkan adalah peristiwa-peristiwa diluar kendali/kontrol kita. Silakan lihat artikel tentang Takdir dan tindakan bebas Peristiwa yang ditakdirkan, entah yang baik maupun yang buruk, pasti akan terjadi dalam hidup kita. Peristiwa – peristiwa buruk yang ditakdirkan mungkin dapat berupa penyakit atau sebuah pernikahan yang kandas. Orang biasanya berdoa kepada Tuhan terutama saat kejadian buruk terjadi dalam hidup mereka. Mereka berdoa kepada Tuhan untuk meringankan peristiwa buruk tersebut. Namun, kita menemukan bahwa doa kita tidak selalu dikabulkan. Lihat artikel Takdir sebagai akar masalah spiritual dari kesulitan dalam hidup Jadi apa hukumnya? Kapan doa dapat dikabulkan untuk mengatasi peristiwa buruk yang ditakdirkan sehingga dengan berdoa, peristiwa itu sendiri tidak terjadi atau setidaknya kita terlindungi dari efek buruknya? Aturan praktisnya adalah Jika doa lebih kuat dari intensitas peristiwa yang ditakdirkan, maka doa tersebut yang akan terkabul. Jika intensitas takdir yang lebih kuat dari doa, maka doa tersebut akan terkabul sebagian atau tidak terkabul sama sekali. 4. Apa yang menentukan efektivitas terkabulnya doa seseorang? Faktor-faktor berikut menambah efektivitas terkabulnya doa Tingkatan Kesadaran Spiritual dari orang yang berdoa – semakin tinggi tingkat spiritual, semakin efektif pula terkabulnya doa mereka. Kualitas doa – apakah doa tersebut bersifat mekanikal, tulus, atau dengan emosi spiritual bhāv dari seorang pencari spiritual/ Tuhan. Untuk siapakah orang tersebut berdoa yaitu, apakah untuk diri sendiri atau orang lain – Ketika kita berdoa untuk orang lain, kekuatan spiritual yang dibutuhkan lebih banyak. Semakin besar jumlah orang dalam masyarakat yang dikehendaki untuk terpengaruh oleh suatu peristiwa, maka semakin besar kekuatan spiritual diperlukan untuk mempengaruhi hasil yang diinginkan. Hanya orang- orang Suci Saints dengan tingkatan pencapaian lebih tinggi dapat mempengaruhi perubahan di masyarakat. Ego yang lebih rendah memberikan kontribusi terhadap efektivitas doa yang terkabul. Postur berdoa mudrā apakah yang digunakan oleh seseorang? Ini menjadi faktor utama bagi sebagian besar orang, berhubung faktor-faktor di atas lebih sedikit berpengaruh pada kebanyakan orang dengan kesadaran spiritual rata-rata. Tingkat kesadaran spiritual dan terkabulnya doa seseorang Tingkat kesadaran spiritual dari orang yang berdoa adalah salah satu kriteria utama dalam menentukan terkabulnya doa. Bagi para pencari spiritual/ Tuhan di atas tingkat kesadaran spiritual 60%, doa tidak diperlukan. Mereka bertindak atas emosi/ perasaan spiritual bahwa Biarkanlah semuanya terjadi sesuai kehendak Tuhan.’ Mereka benar-benar mengalami bahwa segala sesuatu dalam hidup mereka terjadi dan disediakan oleh karunia Tuhan. Pikiran mereka terus-menerus dalam keadaan bersyukur kepada Tuhan. Setelah keadaan ini tercapai, maka doa tidak lagi diperlukan. Doa dari orang yang berada di bawah tingkat kesadaran spiritual 30% tidak memiliki pengaruh dan sebaik-baiknya hanya dapat memberi mereka manfaat psikologis saja. Hal ini karena selubung/ selimut dari ego yang terlalu besar bagi doa-doa mereka untuk mencapai prinsip ke-Tuhan-an. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa doa paling efektif bekerja untuk orang-orang yang berada di antara tingkat kesadaran spiritual 30-60%. Lihat artikel Rincian populasi dunia menurut tingkat spiritual’. Dari waktu ke waktu, kita kadang mendapat suatu undangan dari beberapa orang untuk berkumpul dan berdoa bagi perdamaian dunia, atau untuk tujuan mulia seperti pengurangan efek pemanasan global. Dari perspektif hasil nyatanya, hal ini sebaik-baiknya merupakan upaya psikologis saja. Ini terjadi karena peristiwa-peristiwa besar dunia memiliki dasar/ akar spiritual yang kuat dan hanya bisa diatasi oleh upaya-upaya dari insan spiritual yang sudah sangat berkembang seperti Orang-orang Suci dengan tingkatan yang lebih tinggi. Bahkan jika jutaan orang dari tingkat spiritual biasa/ rata-rata berkumpul dan membuat doa yang sama untuk terjadinya peristiwa besar dunia, itu akan serupa dengan jutaan semut-semut yang mencoba untuk mengangkat batu besar. Catatan Beberapa orang mungkin berpikir bahwa jika Orang Suci dapat mempengaruhi perubahan global, maka mengapa mereka tidak mengatur perdamaian dunia atau mengurangi dampak pemanasan global? Paradoksnya adalah bahwa sementara Orang Suci memiliki kekuatan spiritual untuk mempengaruhi peristiwa-peristiwa dunia, mereka memiliki emosi spiritual bahwa hanya Tuhan lah yang tahu apa yang terbaik. Juga, karena mereka berada dalam keadaan sebagai pengamat sākshibhāv’, menurut sifat itu mereka tidak akan ikut campur dalam rencana Tuhan dan sepenuhnya selaras dengan rencanaNya. Mereka memiliki kesadaran sempurna atas rencana Tuhan, bahwa segala sesuatu terjadi sesuai dengan takdir individual dan kolektif umat manusia. Peristiwa yang ditakdirkan adalah peristiwa-peristiwa dalam hidup kita yang terjadi karena tindakan masa lalu kita, baik dalam kelahiran ini atau kelahiran kita sebelumnya. Melalui penelitian spiritual, SSRF telah mengidentifikasi dan merekomendasikan posisi tangan berdoa mudrā dan postur tubuh berikut ini, yang merupakan cara berdoa paling kondusif untuk memperoleh energi Tuhan dengan maksimal. Gambar dimensi halus tak kasat mata berikut menunjukkan dua tahap dalam postur tangan berdoa mudrā ini dan apa yang sebenarnya terjadi pada tingkat spiritual ketika seseorang menggunakan cara berdoa ini dengan benar. Cara berdoa yang benar – Postur tangan berdoa mudrā tahap awal Tahap pertama dalam postur tangan berdoa mudrā ini adalah mengangkat tangan seseorang dalam doa dengan ibu jari menyentuh wilayah pertengahan alis atau chakra dahi Ādnyā-chakra pusat energi spiritual di wilayah pertengahan kedua alis dengan lembut. Adalah yang terbaik untuk mulai berdoa setelah kita berada dalam posisi ini. Ketika kita menundukkan kepala kita dalam posisi doa ini, itu membangkitkan emosi spiritual berserah diri dalam pribadi kita. Hal ini, juga akan mengaktifkan frekuensi ke-Tuhan-an yang halus/tak kasat mata dari Alam Semesta. Frekuensi ke-Tuhan-an ini masuk melalui ujung-ujung jari kita, yang akan bertindak sebagai reseptor penerima. Frekuensi ke-Tuhan-an ini kemudian disebarkan ke dalam tubuh kita melalui ibu jari ke chakra dahi. Hasilnya adalah peningkatan energi spiritual positif dalam diri kita, yang membuat kita merasa lebih ringan atau memberikan perasaan lega dari gejala-gejala tekanan fisik atau mental. Cara berdoa yang benar – postur tangan berdoa mudrā tahap akhir Setelah seseorang selesai berdoa, orang tersebut seharusnya mengambil sikap sesuai postur tangan berdoa mudrā tahap kedua seperti ditunjukkan dalam gambar di atas. Ini berarti bahwa sebagai pengganti seseorang menurunkan tangannya dalam doa dengan segera, tangan ditempatkan di wilayah pertengahan dada sedemikian rupa sehingga pergelangan tangan menyentuh dada. Hal ini memudahkan proses untuk lebih menyerap secara keseluruhan Kesadaran Tuhan dari prinsip ke-Tuhan-an. Jadi pada awalnya, Kesadaran Tuhan dari prinsip dewata yang telah memasuki ujung-ujung jari sekarang juga akan dipancarkan ke daerah dada, tempat dari chakra dada/jantung Anāhat-chakra. Sama seperti chakra Ādnyā, chakra Anāhat juga menyerap frekuensi-frekuensi suci sattvik. Dengan menyentuh pergelangan tangan ke dada, Anāhat-chakra diaktifkan dan membantu dalam menyerap lebih banyak frekuensi–frekuensi sattvik. Ketika aktif, Anāhat-chakra membangkitkan emosi spiritual dan pengabdian dari seorang pencari Tuhan. Dalam tahap kedua dari posisi tangan berdoa mudrā ini, seseorang seharusnya menjadi mawas diri introspektif dan merenungkan pengalamannya ketika berada dalam hadirat Tuhan. Poin-poin yang perlu diperhatikan dalam cara berdoa yang baik dan benar Tubuh harus menunduk dan tidak tegak. Jari-jari harus sejajar dengan dahi. Jari-jari harus tidak kaku, namun rileks. Jari-jari harus menyatu – tidak terbuka pada celah antar jari. Jempol harus menyentuh wilayah chakra dahi dengan lembut. Telapak tangan ditempelkan secara lembut dengan sedikit ruang diantara keduanya. Bila seeker sudah mencapai tingkat kesadaran spiritual diatas 50%, telapak tidak harus menyisakan rongga diantara keduanya. Cara berdoa yang baik – penuh emosi spiritual Gambar dimensi spiritual tak kasat mata berikut menunjukkan apa yang terjadi ketika seseorang pada tingkat spiritual 50% berdoa dengan emosi spiritual. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah bahwa orang-orang di sekitarnya juga memperoleh manfaat dari Kesadaran Tuhan yang diakses oleh orang tersebut. Lihat bagian gambar yang menunjukkan 5% dari frekuensi Kesadaran Tuhan Chaitanya dipancarkan ke luar tubuh Ini sebabnya mengapa cukup sering diamati bahwa ketika seorang pencari Tuhan berdoa dengan emosi spiritual, emosi spiritual pada orang lain di sekitarnya juga ikut terbangkitkan. Apakah setiap kali berdoa kita harus melakukan cara berdoa yang baik dan benar tersebut? Jika seseorang berada pada tingkat kesadaran spiritual yang lebih tinggi di atas 50%, frekuensi ke-Tuhan-an halus tak kasat mata mulai langsung diterima melalui Brahmārandhra bukaan atas dalam sistem tenaga dalam spiritual, berlokasi di atas mahkota kepala, pada tubuh halus manusia itu sendiri. Brahmārandhra itu adalah bukaan halus tak kasat mata di atas chakra ubun-ubun Sahasrār-chakra berdasarkan ilmu spiritual Kunḍalinīyoga yang memiliki akses ke Pikiran dan Kecerdasan Semesta Alam. Bukaan halus ini tertutup pada orang dengan tingkat spiritual yang lebih rendah. Faktor utama yang membantu pembukaan Brahmārandhra adalah tingkat ego yang lebih rendah. Ketika kita berada dalam tahap pertumbuhan spiritual ini, kebutuhan untuk postur tangan berdoa mudrā seperti yang dijelaskan di atas terus semakin berkurang. Namun, jika seseorang dengan tingkat kesadaran spiritual di antara 50% sampai 80% melengkapi doanya dengan postur tangan berdoa mudrā yang disarankan, maka dia mendapat manfaat dari tambahan Kesadaran Tuhan. Manfaat tambahan ini 30% lebih banyak untuk seseorang pada tingkat kesadaran spiritual 50% dan manfaat itu menjadi semakin berkurang secara proporsional dengan meningkatnya tingkat kesadaran spiritual. Karena kebanyakan orang tidak memiliki tingkat kesadaran spiritual yang tinggi, mereka tidak dapat menerima Frekuensi ke-Tuhan-an melalui Brahmārandhra. Namun, kebanyakan orang tingkat kesadaran spiritual 30-60% tetap sanggup menerima frekuensi-frekuensi halus melalui ujung jari mereka meskipun dalam tingkat yang jauh lebih rendah, karena ujung-ujung jari kita sangat sensitif untuk menerima atau mengirimkan energi halus. Bagi orang-orang pada tingkat ini, yang terbaik adalah jika mereka menggunakan postur tangan berdoa mudrā yang di sarankan di atas untuk berdoa. Jika semua faktor-faktor lainnya dianggap sama, dengan berdoa menggunakan mudrā yang direkomendasikan, seseorang akan menambah 20% pada efektivitas doa mereka dibandingkan dengan tidak menggunakan mudrā ini. Perbandingan efektivitas dari posisi-posisi tangan berdoa Kita terpengaruh oleh berbagai gerakan-gerakan tangan ketika berdoa. Ketika melakukan penelitian spiritual mengenai berbagai postur tangan mudrās terkait dengan berdoa, berikut ini adalah temuan kami dalam hal kemanjurannya Kemanjuran dari berbagai jenis posisi tangan berdoa Posisi tangan berdoa Komparasi manfaat spiritual1 Tingkatan dari energi2 positif yang dapat diakses Kwantitas dari energi3 positif yang dapat diakses Gangguan dari energi negatif4 8% Lebih tinggi 30% 2% 4% Sedang 10% 4% 2% Lebih rendah 5% 5% 2% Lebih rendah 5% 5% Catatan-catatan 100% adalah mendapatkan manfaat spiritual penuh, yang mana akan menghasilkan kesadaran sempurna akan Tuhan YME. Tingkat dari prinsip manifestasi dewa-dewi, mis. dewa-dewi tingkat tinggi, menengah atau rendah. Persentase dari prinsip dewa-dewi yang dapat diakses. Ini menunjukkan peluang energi negatif mengganggu doa untuk mengurangi iman sang pencari Tuhan. Energi negatif mengganggu doa sehingga tidak terjawab, dan menurunkan iman orang yang berdoa. Cobalah lakukan eksperimen halus ini sendiri, dimana anda mengucapkan doa yang sama menggunakan setiap mudrās di atas secara terpisah. Dalam beberapa kasus, orang saling berpegangan tangan ketika berdoa. Ini juga merupakan praktik spiritual yang tidak benar karena jika orang di samping kita dipengaruhi oleh energi negatif/hantu, akan lebih besar kemungkinan energi hitam itu dapat mengalir kepada kita. Lihat di artikel Seberapa banyak dari populasi dunia yang dipengaruhi oleh energi negatif/hantu?’ 6. Ringkasan poin-poin penting cara berdoa yang baik dan benar Tingkat spiritual seseorang umumnya mendefinisikan apakah orang tersebut berdoa untuk pertumbuhan spiritual atau untuk keuntungan duniawi. Tergantung pada jenis doanya, dewa-dewi dengan tingkat yang lebih tinggi atau tingkat yang lebih rendah akan menjawab doa seseorang. Emosi spiritual bhav dengan mana seseorang berdoa memiliki dampak positif pada efektivitas terkabulnya doa orang tersebut. Tergantung pada posisi tangan berdoa mudrā digunakan, manfaat yang didapatkan seseorang melalui doa dapat bervariasi. Semua hal lain dianggap sama, dengan menggunakan postur berdoa mudrā yang direkomendasikan dapat membantu meningkatkan efektivitas terkabulnya doa seseorang hingga 20%. Doa yang diutarakan oleh orang-orang dengan tingkat kesadaran spiritual rendah untuk hal-hal yang mempengaruhi masyarakat luas, seperti perdamaian dunia atau pengurangan dampak pemanasan global, tidak memiliki pengaruh nyata. Ketika seseorang menghaturkan rasa syukur bersamaan dengan doa, itu membantu untuk meningkatkan efektivitas terkabulnya doa orang tersebut.
apa arti orang berdoa menjadi orang benar